Friday, May 6, 2011

BAHAYA, Korek Kuping Bisa Rusak Gendang Telinga

Hati-hati mengunakan korek kuping, sebab jika terlalu dalam bisa merusak gendang telinga. Dampak kerusakan itu bervariasi, mulai dari yang ringan berupa telinga berdenging hingga yang paling berat yakni kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

Menurut sebuah penelitian terbaru, lebih dari 50 persen pasien yang datang ke dokter spesialis Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT) sering memakai cotton bud untuk mengorek kotoran di telinga. Meski ujungnya dari kapas, alat ini tetap berisiko merusak gendang telinga.

"Jika pasien mengalami gangguan pendengaran atau ada yang tidak beres dengan gerakan wajahnya, ada kemungkinan telinganya mengalami kerusakan," ungkap Dr Ilaaf Darrat, spesialis THT dari Henry Ford Hospital seperti dikutip Healthday, Jumat (6/5/2011).

Gangguan pendengaran yang umum dialami pemakai cotton bud (batang plastik dengan ujung berlapis kapas) adalah tinnitus atau telinga berdenging. Sementara wajah yang sulit digerakkan adalah gejala kerusakan saraf yang juga dipicu kerusakan gendang telinga.

Untungnya, penelitian terbaru yang dilakukan oleh Dr Ilaaf menunjukkan bahwa 97 persen kerusakan gendang telinga bisa sembuh sendiri dalam waktu rata-rata 2 bulan. Operasi hanya dibutuhkan jika berdampak pada kelumpuhan saraf di sekitar wajah.

Penelitian yang dipresentasikan dalam Combined Otolaryngological Spring Meeting di Chicago ini melibatkan 1.540 pasien yang mengalami kerusakan gendang telinga antara tahun 2001-2010.

Namun sebisa mungkin, risiko kerusakan gendang telinga harus dikurangi dengan mengurangi pemakaian cotton bud atau sejenisnya. Sebagai alternatif, berikut ini beberapa cara yang bisa dipakai untuk membersihkan telinga dari kotoran.

  1. Campur hidrogen peroksida (H2O2) dengan air hangat, teteskan perlahan ke rongga telinga maksimal 2 kali/bulan.
  2. Campur cuka apel (vinegar) dengan air dalam perbandingan yang sama, lalu masukkan 5 tetes ke dalam telinga dan jangan lebih dari sekali dalam sepekan.
  3. Kunjungi dokter THT untuk melakukan waxing atau membersihkan telinga dengan lilin khusus.

Thursday, May 5, 2011

Disaat Dia Tua

Saat dia dengan pikunnya mengulangi terus menerus ucapan yang membosankanmu, BERSABARLAH mendengarkannya, jangan memotong ucapannya.

Karena dimasa kecilmu dia harus mengulang dan mengulang terus sebuah cerita yang telah di ulang bahkan ribuan kali hingga dirimu terbuai dalam mimpimu........


Dulu dia menuntunmu menapaki jalan kehidupan ini, kini temanilah dia hingga akhir jalannya.

Berilah dia Cinta Kasih dan kesabaranmu...

Buat lah dia selalu tersenyum, sebagaimana dia selalu membujukmu untuk tersenyum disaat kamu menangis...

Tuesday, April 19, 2011

Bangun Kebiasaan Baik Anak dari Rumah

Sekolah berawal dari rumah. Sebelum berguru dengan pengajar di sekolah, anak-anak lebih dulu mendapat pendidikan dari orang tuanya. Kita menyebutnya pelajaran keterampilan hidup. Menurut Toge Aprilianto, MPsi, dalam bukunya Saatnya Melatih Anakku Berpikir, keterampilan hidup dapat mengembangkan potensi yang dimiliki anak secara optimal. Hal inilah yang nantinya akan memampukan anak menjalani kehidupannya dengan nyaman.

Lantas, bagaimana jika anak menunjukkan perlawanan saat kita berusaha untuk memasukkan ketrampilan itu ke dalam dirinya? Menurut Hal Edward Runkel, terapis keluarga sekaligus penulis buku Scream Free Parenting, perlawanan timbul karena orang tua menempatkan posisinya sebagai "pemerintah" dan "penuntut" pada anak. Padahal, tidak harus sampai begitu. Kita bisa menerapkan trik-trik pintar yang memudahkan anak menyerap apa yang kita ajarkan.

Lebih lanjut, coba telusuri apa saja contoh ketrampilan yang perlu dimiliki anak. Lalu, terapkan dengan tanpa harus terlalu memaksa sesuai tahapan usia. Tak perlu adu kata-kata, atau bahkan adu otot.

Usia 2-5 tahun
Toge mengemukakan, pada usia inilah, anak biasanya memiliki kemampuan dasar untuk membangun ketrampilan memilih yang enak dan menolak yang tidak enak. Pada masa ini, anak juga mulai belajar:

1. Melepas dot atau bantal kesayangan
Caranya: Alihkan perhatian anak dari dotnya. Coba berikan ia mainan pengalih seperti boneka atau buku. Jadi, jangan sampai kita mengambil paksa dotnya, tapi tak memberikan ia pengalih apapun. Anjuran ini juga diungkapkan oleh Joshua Sparrow, MD, asisten profesor psikiater di Harvard Medical School sekaligus tim penulis buku Touchpoints Three to Six: Your Child Emotional and Behavioral Development.

Lakukan saat: Anak sudah sanggup memilih apa yang ia inginkan. Bila belum, anak biasanya memilih alternatif yang kita sebut terakhir. Misalnya, kita sediakan "dot atau mainan", maka anak akan menjawab "mainan". Begitu juga sebaliknya, "mainan atau dot", maka anak akan menjawab "dot".

2. Kosakata baru
Caranya: Perkenalkan sebanyak mungkin kata baru. Gunakan kartu kosakata bergambar. Latih juga kemampuan anak dalam mendengar, misalnya dengan memutar video atau lagu. Plus, tak usah ragu mengenalkan istilah baru meski tak lazim.

Lakukan saat: Mengisi waktu luang dengan anak lewat bermain dan mengobrol. Ayah dan ibu sebaiknya melakukan ini bersama-sama. Mengenai hal ini, penelitian dari Journal of Applied Psychology dilakukan terhadap keluarga di mana ayah dan ibunya sama-sama bekerja. Hasilnya: sosok ayah berperan besar mengembangkan bahasa anak, khususnya di usia 2-3 tahun.

3. Berkenalan dan bersalaman
Caranya: Ajarkan metode 3B: beri senyuman, berdiri tegak, dan berkata lantang. Plus, 3M: mengingat nama, menyebutkan ulang, sambil menjabat tangan. Ini saran dari Sheryl Elberly, penulis buku 365 Manners Kids Should Know.

Lakukan saat: Anak ingin memulai percakapan dengan orang baru. Beri pengertian agar anak tidak menolak ajakan perkenalan atau malah menjauh. Selain itu, latih juga ia untuk selalu mengucapkan nama temannya ketika akan berpisah. Cara ini efektif untuk menumbuhkan rasa percaya diri sekaligus melatih kemampuan mengingat.

Usia 6-9 tahun
Pada tahapan usia kali ini, Toge menyampaikan bahwa kemampuan anak semakin berkembang. Mereka sudah mulai membangun keterampilan memperjuangkan keinginan, menghadapi akibat, dan menciptakan solusi. Di usia ini anak bisa diajak belajar:

1. Minta bantuan ketika tersesat
Caranya: Minta anak untuk mengingat nama ayah atau ibunya. Juga kenalkan anak pada sosok polisi, kasir, atau resepsionis. Katakan, jika tersesat hampiri mereka untuk minta tolong.

Lakukan saat: Kita dan anak tengah berada di tempat umum seperti pusat perbelanjaan. Ajari anak sambil bermain simulasi. Ketika di mal, katakan padanya, "Ayo kita bermain. Pura-puranya kamu sedang tersesat. Kira-kira apa yang akan kamu lakukan?"

2. Menerima dan merespon kritikan
Caranya: Bantu ia memahami konsep konsekuensi. Ajarkan konsekuensi jujur seperti, "Kalau kamu nakal, kamu tidak akan disukai teman-teman."

Lakukan saat: Ia berbuat salah. Beritahu apa kesalahannya, lalu tegurlah dengan nada tegas namun tak menghakimi. Beri juga mereka waktu untuk mencerna dan merasakan emosi yang timbul. Jika sudah tuntas, jangan diungkit-ungkit lagi kesalahannya.

3. Memecahkan masalah dengan tenang
Caranya: Tumbuhkan rasa kemandirian anak. Abaikan jika ia minta dibela. Orang tua cukup mengawasi, tapi tak ikut campur. Begitu anjuran dari Anthony Wolf, psikolog anak dan penulis buku Mom, Jason's Breathing on Me! The Solution to Sibling Bickering. "Dengan rasa mandiri, anak akan terbiasa menyelesaikan masalahnya secara tenang," kata Derrek Lee, pendiri Chicago Cubs. Ini jauh lebih menguntungkan ketimbang anak bereaksi dengan kasar.

Lakukan saat: Kita tengah mendampingi anak menyaksikan tayangan televisi, baik berupa berita ataupun film. Penting untuk menjelaskan pada mereka bahwa adegan kekerasan bukanlah jalan terbaik dalam menyelesaikan masalah.

Usia 10 +
Selanjutnya, pada tahapan usia ini, Toge bilang, anak sudah mulai menentukan perilaku dan mengatur strategi sebagai pelengkap keterampilan hidup. Misalnya, anak mulai belajar:

1. Berempati dan sabar
Caranya: Sering bertanya kepada anak mengenai pendapatnya jika berada pada situasi yang sulit. Sebagai contoh, "Kalau temanmu sakit, sikapmu bagaimana?" Menurut Runkel, melatih anak menjawab pertanyaan seperti ini akan membantu mengasah emosinya.

Lakukan saat: Kita mengantar anak ke sekolah, makan di luar, atau tengah berdua dengannya. Jika kita menemukan jawaban yang kurang pas, beri respons dengan lembut dan arahkan dia untuk punya pandangan positif.

2. Membaca label kemasan
Caranya: Bantu anak memahami istilah pada kemasan. "Anak akan cepat belajar memilih makanan jika diajari secara berkala," kata David Katz, MD, MPH, asisten profesor bidang kesehatan masyarakat di Yale University. Trik lain: Gunakan peraga untuk menunjukkan berapa banyak gula dan garam yang terdapat dalam makanan. Atau bisa juga dengan mengikuti panduan makan sehat bagi anak di situ-situs kesehatan.

Lakukan saat: Berbelanja bulanan atau berburu jajanan bersama. Tunjukkan berbagai variasi makanan yang lebih sehat di antara makanan lainnya. Lalu, biarkan anak menentukan pilihannya. Jika ia memilih jajanan tak sehat, beritahu kalau zat ini tak baik bagi tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak.

3. Menggunakan kebebasan
Caranya: Gunakan sistem imbalan. Misalnya, anak baru boleh main kalau ia sudah selesai mengerjakan tugas. Sepakati juga berapa lama jam main anak. Lalu tanyakan, ia akan bermain ke mana. "Kalau anak punya alasan logis, setujui saja. Jika tidak, maka sudah selayaknya kita melarangnya," kata psikolog Janet Edgette.

Lakukan saat: Anak sudah bisa memutuskan mana hal yang prioritas yang mau ia kerjakan. Plus, kalau anak sudah pandai membagi waktu dan mengatur jadwalnya sendiri, serta mampu menyelesaikan semua tugas-tugasnya dengan baik.

(sumber: kompas.com)

Tuesday, April 12, 2011

Yang Bikin Pria Jatuh Cinta

Anda mungkin telah mendapatkan perhatiannya, atau bahkan berhasil mendapatkannya, tetapi benarkah hatinya benar-benar menjadi milik Anda? Tak ada yang mengetahuinya kecuali dirinya sendiri. Namun bila Anda merasa belum pasti, Anda bisa melakukan hal-hal yang membuatnya benar-benar jatuh cinta pada Anda."Pria memiliki kebutuhan bawaan tertentu yang harus dipenuhi sebelum ia merasa benar-benar terkoneksi dengan Anda," ujar Paul Dobransky, MD, penulis The Secret Psychology of How We Fall in Love. “Ketika pria menyadari bahwa Anda sosok yang ideal untuk semua kebutuhan ini, saat itulah dia akan berkomitmen."
Untuk itu, Anda perlu mengetahui apa saja kebutuhan dan hasratnya yang terdalam.

1. Kebebasan
Terikat dalam hubungan, bahkan pernikahan, tidak berarti pria harus melepaskan kebebasannya 100 persen. Bahkan pria yang sehat secara emosional pun ingin mendapatkan jaminan bahwa mereka tetap bisa jadi individu yang bebas melakukan keinginannya.
“Dengan memastikan bahwa Anda tidak mengharapkan pasangan untuk berubah, ia akan merasa bahwa Anda sungguh  memahami dirinya, tetapi juga tidak mengancam rasa dirinya," ungkap Dan Neuharth, PhD, penulis buku Secrets You Keep from Yourself. “Hal itu justru akan membuatnya memiliki kekuatan untuk berkomitmen."
Memberi kebebasan tidak hanya sekadar memberi ruang baginya untuk meluangkan waktu bersama teman-teman atau melakukan hobinya. Tahan diri juga untuk tidak mengecek SMS, caller ID, atau e-mail-nya.
Cara mengambil hatinya: Berbagilah mengenai ketakutan dan kekhawatiran Anda. Pria sering bersiap mundur karena mereka mengira perempuan selalu ingin cepat menikah dan mempunyai anak. Jadi jika Anda merasa resah untuk berkomitmen, biarkan dia tahu. Ia akan mengerti bahwa Anda pun belum berpengalaman dalam hal ini, dan tidak mencoba menjebaknya dalam perkawinan.

2. Melindungi
Membuat Anda merasa aman akan membuatnya merasa berguna, dan merasa jantan. “Tidak berarti Anda harus selalu memberi kesan tidak berdaya, tetapi membiarkan ia melihat sisi diri Anda yang rapuh. Hal ini akan mendekatkannya pada Anda, karena memberi peluang bagi instingnya untuk melindungi Anda," kata David Givens, PhD, penulis Love Signals.
Cara mengambil hatinya: Berikan dia kesempatan untuk memegang kendali, dan jangan lupa menyampaikan terima kasih. Mintalah ia untuk memperbaiki sesuatu, atau melakukan tugas-tugas yang sulit dilakukan. Tanyakan pendapatnya mengenai hal-hal yang ingin Anda ketahui. Jika si dia menganggap Anda telah membuatnya merasa seperti pahlawan, ia akan bersedia mengikat diri dengan Anda.

3. Merasa dihargai
Pria ingin dirinya dihargai dan dihormati. Bila ketika Anda sedang bersamanya ternyata meningkatkan keyakinannya, entah dalam perasaannya ataupun melalui tatapan mata Anda, ia pasti menginginkan untuk terikat dengan Anda, demikian menurut  Dr Dobransky.

Cara mengambil hatinya: Bahagiakan dirinya. Tertawalah ketika salah satu dari Anda melakukan tindakan konyol. Tonton film-film komedi. Dinginkan kepalanya ketika ia sedang marah. Jika Anda mampu membuat segalanya menjadi ringan, bahkan di saat sedang stres, kehadiran Anda akan sangat diharapkannya.

Mainkan permainan otak, seperti scrabble, puzzle, atau catur. Aktivitas yang membutuhkan kecakapan mental ini bisa menyentuh hasratnya. Kemampuan Anda untuk memecahkan masalah tanpa sadar telah menunjukkan pada dirinya bahwa Anda adalah orang yang harus diinginkan. Jadilah teman yang selalu dicari dan dibutuhkan orang lain. Ketika si dia memahami bahwa Anda disukai orang lain, ia akan yakin bahwa Andalah pilihan terbaiknya.

4. Kenyamanan
“Jatuh cinta adalah proses pengikatan yang berkembang, yang terjadi ketika oksitosin membanjiri otak," tutur Alan Hirsch, MD, direktur neurologis di Smell and Taste Treatment and Research Foundation. Anda bisa melepaskan hormon-hormon cinta tersebut dengan membuatnya merasa bahwa Anda berdua cocok satu sama lain. Sandarkan kepala Anda di pundaknya dengan rileks. Ketika ia merasa begitu nyaman dengan diri Anda, ia tidak lagi memikirkan hubungan Anda, karena telah menikmatinya.

Cara mengambil hatinya: Biarkan dia tahu ketika Anda sedang berdandan. Merapikan diri di hadapannya akan meningkatkan keintiman, apalagi jika hal itu jarang disaksikannya. Lakukan hal-hal yang elegan, seperti memulas bedak atau lipstik, bukan mencukur bulu kaki atau memencet jerawat.

Ketika sedang berbelanja bulanan dan Anda tidak tahu pasti apa yang Anda inginkan, pilih merek yang biasa ia gunakan. Ia akan merasa dilibatkan, dan diterima sepenuhnya oleh Anda.

(Sumber: kompas cetak)

10 Langkah "Recovery" pasca Operasi Caesar

Melahirkan bayi akan memberi perasaan lega dan bahagia, tetapi di sisi lain Anda juga harus menghadapi fase pemulihan diri yang cukup berat. Fase ini membutuhkan waktu, apalagi jika Anda menjalani persalinan secara Caesar. Untuk membantu percepatan pemulihan diri, coba lakukan beberapa hal di bawah ini.

Bagi tugas
Sejak Anda hamil, sebaiknya sudah mulai mendelegasikan tugas ke pasangan, saudara, atau teman dekat. Jika ini kehamilan kedua, mintalah pasangan berkonsentrasi pada si sulung sementara Anda berfokus pada si bayi. Anda juga perlu tetap aktif, tapi sisihkan waktu dalam jadwal Anda untuk beristirahat yang cukup. Anda juga sebaiknya tidak mengangkat atau menarik obyek-obyek yang berat, atau melakukan kegiatan bersih-bersih yang tidak perlu.
Jangan mengangkat beban berat
Boleh saja sih mengangkat barang, tetapi jangan lebih berat daripada bayi Anda selama setidaknya enam minggu. Tujuannya, agar otot-otot perut Anda punya kesempatan untuk menyembuhkan diri. Perut juga tidak akan terlalu tegang jika Anda bangun dengan berguling ke samping lebih dulu, sambil menarik lutut ke arah dada. Setelah itu, duduk dan gunakan tangan untuk membantu Anda berdiri.
Jangan lupa tertawa
Otot perut kita sebenarnya sangat aktif, hanya saja kita tidak menyadarinya sampai Anda menjalani operasi caesar. Untuk membantu mengurangi rasa nyeri atau ketidaknyamanan, gunakan bantal yang lembut pada perut selama beberapa hari pertama atau lebih jika Anda membutuhkannya, kemudian cobalah untuk batuk, tertawa, menyusui, dan saat buang air.
Air dan serat
Agar Anda lebih mudah saat buang air (BAK atau BAB), minumlah banyak air dan makan buah-buahan untuk membantu membuat tinja menjadi lunak. Untuk mengurangi rasa kembung dan sakit saat membuang gas tersebut, hindari mengonsumsi minuman bersoda selama beberapa hari pertama. Sebagai gantinya, Anda bisa minum teh peppermint.
Latihan ringan
Bila persalinan dilakukan secara caesar, Anda tentu hanya boleh duduk dan berbaring saja pada hari-hari pertama. Namun, Anda bisa mencuri-curi kesempatan untuk melakukan latihan dasar panggul Anda. Latihan ini gunanya untuk memperbaiki otot-otot vagina. Memang pada awalnya akan terasa tidak nyaman, tapi latihan ini juga membantu men-support punggung dan perut Anda.
"Latihan dasar panggul adalah yang paling relevan untuk saat ini (usai persalinan) karena menguatkan dasar panggul. Dasar panggul ini menyokong organ-organ perut termasuk kandung kemih," kata Allyson Williams, pakar kebidanan. Latihan dasar panggul ini sama halnya dengan latihan Kegel, yaitu Anda hanya perlu mengencangkan otot-otot vagina, seperti hendak menahan pipis.
Relaks
Untuk membantu pemulihan diri, rawat diri Anda. Dengan hadirnya bayi, tentu akan lebih sulit bagi Anda untuk meluangkan waktu bagi diri sendiri. Yang bisa Anda lakukan adalah meminta si sulung, kakek-neneknya, pengasuh, atau siapapun, untuk membantu mengerjakan pekerjaan rumah, belanja kebutuhan sehari-hari, atau memasak. Konsumsi makanan yang bergizi, dan minum banyak air putih. Ketika bayi tidur, Anda juga bisa mencuri waktu untuk beristirahat. Atau setidaknya, rileks atau berendam di kamar mandi. Angkat kaki Anda ke atas untuk mengurangi ketegangan pada otot-otot perut dan membiarkannya pulih.
Oleskan krim
Operasi caesar akan menyisakan bekas luka. Untuk membuatnya bekas luka itu melunak dan tidak terlalu gatal, gunakan krim atau minyak. Pijat area tersebut dengan lembut sampai membaik kondisinya. Penggunaan secara rutin akan membuatnya bekas jahitan sembuh dan memudar perlahan-lahan. Coba cari losion khusus untuk luka bekas caesar di apotek, atau cocoa butter cream. Pijat dan refleksologi juga akan membantu pemulihan persalinan secara caesar. Jadi, bila sempat, manjakan diri Anda di salon untuk pijat dan refleksi.
Redakan emosi
Usai persalinan, mungkin bukan fisik Anda saja yang butuh pemulihan, tetapi juga emosi Anda. Kelelahan, kurang tidur, depresi, adalah beberapa pengaruh dari momen paska persalinan. Berkonsultasilah pada dokter bila perasaan-perasaan tersebut tidak menghilang setelah beberapa hari. Ngobrol dengan saudara atau teman-teman yang pernah pengalaman yang sama juga cukup membantu. Atau, ikuti forum atau milis khusus untuk ibu hamil dan menyusui.
Aktif bergerak
Jalan pagi setiap hari di sekitar kompleks perumahan bisa membuat sirkulasi darah Anda terus berjalan lancar dan otot-otot menguat. Anda pun bisa mendapat udara segar, dan sedikit menjauh dari rutinitas selama sesaat. Bila tak ingin meninggalkan si kecil, minta pasangan, teman, atau kakek-neneknya untuk menggendongnya (atau mendorongnya di stroller) sambil menemani Anda jalan-jalan.
Selalu tegak
Duduk atau berdiri tegak memang akan membuat Anda merasa jahitan di perut akan lepas. Tetapi tenang saja, jahitan tak akan lepas. Jadi meskipun Anda sedang ingin membungkuk untuk melindungi perut, coba luruskan kembali secara bertahap untuk meregangkan dan menguatkan otot-otot perut, sekaligus melindungi punggung.

(Sumber: Kompas cetak)

Monday, April 11, 2011

Apa Maunya BARAT soal Khadafy

Operasi Fajar Odyssey yang sudah membombardir mesin militer belum membuat Khadafy bertekuk lutut. Layak jika muncul pertanyaan, sampai kapan Khadafy mampu bertahan? Apakah Barat akan membiarkan Khadafy bertahan? Apakah Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1973 yang bertujuan melindungi warga sipil Libya dari amukan Khadafy bisa pula dijadikan alasan untuk membunuh Khadafy?
Di berbagai stasiun televisi Arab sering digelar dialog yang menghadirkan kubu yang pro dan kontra-Khadafy. Kubu kontra-Khadafy mengatakan, resolusi Dewan Keamanan PBB mengizinkan koalisi membunuh Khadafy jika dilihat sebagai keharusan dengan alasan melindungi warga sipil Libya.
Sebab, apabila Khadafy dibiarkan berkuasa lebih lama, hal itu tidak hanya akan membahayakan rakyat, tetapi juga negara tetangga dan bahkan masyarakat internasional. Dikhawatirkan, Khadafy pasti akan kembali melakukan pekerjaan lama, yakni melakukan atau mendukung terorisme seperti pada era 1970-an dan 1980-an.
Kubu pro-Khadafy menyebutkan, serangan udara koalisi telah melampaui batas mandat resolusi. Debat soal resolusi tampaknya tidak akan pernah selesai karena setiap kubu lebih menonjolkan aspek politik ketimbang sisi hukum.
Namun, atmosfer politik di dalam negeri Libya, regional Arab, dan internasional secara umum sepakat rezim Khadafy harus tumbang. Jika bisa lebih cepat, tentu lebih baik.
Pengalaman Kompas berada di kota Benghazi dan Libya timur beberapa waktu lalu menyimpulkan, rakyat menginginkan perubahan. Di tingkat regional, Liga Arab dan Dewan Kerja Sama Teluk (GCC) meminta segera diberlakukan zona larangan terbang.
Dua negara Arab, Qatar dan Uni Emirat Arab, kini terlibat aktif dalam operasi penegakan zona larangan terbang di angkasa Libya. Ini baru pertama kali terjadi dalam sejarah modern Arab.
Di tingkat akar rumput sudah jelas dunia Arab kini diterpa gelombang revolusi yang menginginkan perubahan. Khadafy tidak luput dari terpaan gelombang revolusi itu.
Lewat udara sulit
Namun, bagaimana mengakhiri rezim Khadafy? Seandainya koalisi mau mengakhiri rezim Khadafy atau membunuh Khadafy dengan operasi Odyssey, bisakah? Belum tentu!
Pengalaman Perang Teluk tahun 1990 untuk mengusir pasukan Saddam Hussein dari Kuwait ternyata tidak bisa hanya lewat operasi udara. Pasukan koalisi saat itu akhirnya mengerahkan pasukan darat untuk mengusir pasukan Saddam dari Kuwait. Hal serupa terjadi ketika AS mau menumbangkan rezim Taliban di Afganistan tahun 2001 dan rezim Saddam Hussein tahun 2003.
Apakah akhirnya koalisi akan mengerahkan pasukan darat untuk menumbangkan rezim Khadafy di Tripoli? Itulah persoalan sangat pelik saat ini dan masih menjadi perdebatan hangat.
Sejauh ini belum ada pemimpin Barat yang memberikan sinyal akan ada operasi darat di Libya dalam waktu dekat. Sementara pasukan kaum oposisi yang terdiri dari mantan anggota militer Libya dan pemuda revolusioner belum mengalami kemajuan di lapangan. Pasukan oposisi dengan persenjataan seadanya belum mampu mengusir loyalis Khadafy dari kota Ajdabiya di Libya timur.
Padahal, kota Ajdabiya dinilai strategis karena merupakan pintu bagi kaum revolusioner untuk bisa bergerak ke arah barat hingga kota Sirte dan lalu Tripoli.
Terowongan tak berujung
Di Libya barat, loyalis Khadafy masih menggempur kota Misrata dan Zintan, tanpa ada campur tangan dari pasukan koalisi. Artinya, loyalis Khadafy masih mengancam penduduk sipil di kota-kota yang dikuasai kaum revolusioner.
Lantas bagaimana? Hanya ada dua pilihan bagi koalisi yang harus segera dilakukan, tanpa ditunda-tunda lagi. Pertama, koalisi berusaha dengan segala cara untuk membunuh Khadafy. Kedua, koalisi mempersenjatai kaum revolusioner sehingga mampu bergerak cepat ke Tripoli dan menumbangkan rezim Khadafy. Namun, kaum revolusioner dengan persenjataan yang terbatas sangat sulit bergerak menuju Tripoli.
Jika tidak segera melakukan satu dari dua pilihan tersebut, koalisi akan terseret ke terowongan gelap yang tak berujung.
Pilihan kedua rupanya lebih elok dan etis sesuai dengan aspirasi gelombang revolusi rakyat di dunia Arab saat ini, yakni rakyat sendirilah yang menumbangkan pemimpinnya.
(Sumber: Kompas Cetak)